Puisi dari Dalam Kepala: Catatan dari Malam yang Tak Tidur

Puisi dari Dalam Kepala: Catatan dari Malam yang Tak Tidur**


---


## **Puisi dari Dalam Kepala: Catatan dari Malam yang Tak Tidur**


Malam tidak selalu tentang tidur.

Kadang ia tentang pikiran yang menolak diam,

tentang hati yang memilih berbicara lewat kata-kata

yang tak pernah diucapkan, hanya ditulis

dalam ruang sunyi antara sadar dan lelah.


Ada sesuatu yang berbeda di jam-jam gelap itu.

Dunia terasa jauh, tapi diri sendiri terasa terlalu dekat.

Semua hal yang kita abaikan di siang hari

mulai mengetuk pelan di kepala —

rindu, penyesalan, harapan, dan bayangan

yang tak ingin benar-benar pergi.


Di malam seperti itu, kata-kata lahir bukan untuk dibaca,

tetapi untuk menenangkan diri sendiri.

Puisi menjadi tempat bersembunyi,

semacam ruang aman di tengah kekacauan pikiran.

Mungkin tidak indah, tapi jujur.

Dan kejujuran, sekecil apa pun, selalu punya cahaya sendiri.


Kadang aku menulis tentang seseorang

yang tak tahu ia masih hidup di dalam puisiku.

Kadang tentang diriku sendiri — versi yang tidak kuat

menghadapi dunia di siang hari,

tapi berani menghadapi kegelapan sendirian di malamnya.


Malam tak tidur bukan kutukan,

tapi panggilan untuk mendengar yang tak sempat terdengar.

Untuk menuliskan hal-hal yang tak pernah bisa kita katakan.

Untuk berdamai dengan kepala sendiri.


Dan saat matahari akhirnya datang,

kita menutup buku kecil itu,

seolah semua kegelisahan semalam

adalah rahasia kecil antara kita dan malam —

yang akan datang lagi, seperti biasa,

mengetuk pelan di sisi tempat tidur,

mengingatkan: ada puisi yang belum selesai.


---

Comments

Popular posts from this blog

✍️ Menulis Adalah Bertahan

Ada yang Lahir dari Sepi

🕰️ Kita Pernah di Satu Titik